Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
๐
08 Sep 2026, 22:31 WIB
โ๏ธ Oleh: Administrator SDN 5 TAMBAK UKIR
๐๏ธ 103x dibaca
SDN 5 TAMBAK UKIR Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW untuk menjadi suri tauladan bagi anak didik kita di sekolah.
Meneladani Cahaya Akhlak Sang BagindaDi tengah riuhnya dunia, ada satu waktu di mana hati kita kembali dipanggil untuk merenung, bersyukur, dan menata rindu. Hari ini, suasana terasa berbeda. Lantunan selawat yang menggema syahdu tidak hanya menggetarkan udara, tetapi juga mengetuk pintu-pintu hati kita yang merindukan kedamaian. Kita berkumpul di sini bukan sekadar untuk memperingati sebuah tanggal dalam kalender hijriah, melainkan untuk merayakan lahirnya pembawa rahmat bagi semesta alam, Nabi Muhammad SAW.
Lebih dari empat belas abad yang lalu, beliau lahir membawa cahaya yang memecah kegelapan zahiliyah. Beliau tidak mewariskan harta benda atau takhta yang megah, melainkan sebuah warisan yang takkan pernah usang oleh waktu: akhlak yang mulia. Setiap tutur katanya adalah kesejukan, setiap tindakannya adalah teladan, dan setiap hela napasnya adalah wujud cinta kepada umatnya. Bahkan di akhir hayatnya, yang beliau sebut dengan penuh kekhawatiran adalah kita, "Ummati, ummati..." (Umatku, umatku...).
Peringatan Maulid Nabi ini adalah momentum bagi kita semuaโkhususnya para generasi mudaโuntuk bercermin. Sudahkah kita menghidupkan sunah-sunahnya? Sudahkah kita membumikan sifat jujur (shiddiq), tepercaya (amanah), menyampaikan kebaikan (tabligh), dan bijaksana (fathanah) dalam kehidupan sehari-hari? Meneladani Rasulullah dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita: menghormati orang tua, menyayangi sesama, rajin menuntut ilmu, dan menjaga lisan dari hal-hal yang menyakiti.
Mari kita jadikan momen Maulid Nabi ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri. Semoga selawat yang kita lantunkan hari ini menjadi bukti cinta yang tulus, dan kelak, kita termasuk golongan yang beruntung mendapatkan syafaat beliau di hari akhir.